Lis Setyawati Bu Tiya's Blog

All about Economic and Accounting

Kelangkaan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata langka diartikan jarang didapat atau ditemukan. Sedangkan dalam ilmu ekonomi kata langka (kelangkaan) diartikan sebagai keadaan dimana tidak dapat diperoleh segala sesuatu yang diinginkan.

Kelangkaan adalah suatu kondisi yang menunjukkan keterbatasan dalam jumlah, kualitas, tempat dan waktu atas sumber daya, barang dan jasa sehingga untuk mendapatkannya diperlukan pengorbanan atau biaya.

Kelangkaan sumber ekonomi adalah suatu kondisi dimana sumber daya yang tersedia untuk menghasilkan barang dan jasa bersifat terbatas dan langka jumlahnya.

Kelangkaan timbul karena kebutuhan manusia yang bersifat tidak terbatas dihadapkan dengan sumber daya yang bersifat terbatas.

Sumber daya yang tersedia untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut bersifat terbatas dan langka jumlahnya.

Faktor-faktor penyebab kelangkaan antara lain:

  1. Jumlah sumber daya yang tersedia dialam sangat terbatas
  2. Banyaknya sumber daya yang rusak
  3. Keterbatasan kemampuan manusia dalam mengolah sumber daya
  4. Pertambahan penduduk yang sangat cepat
  5. Peningkatan kebutuhan manusia
  6. Keanekaragaman kebutuhan manusia
  7. Sebagian besar manusia memiliki sifat serakah dan akibatnya persediaan sumber daya alam cepat berkurang dan rusak

Untuk menikmati barang dan jasa yang diperlukan (kelangkaan), manusia harus melakukan pengorbanan yang dapat berupa pengeluaran uang, tenaga atau usaha lainnya.

Biaya adalah segala sesuatu yang kita keluarkan atau kita korbankan untuk memperoleh sesuatu.

Biaya yang kita keluarkan dapat berupa uang atau hal lain yang tidak berkaitan langsung dengan uang.

Biaya langsung adalah biaya yang berhubungan dengan uang.

Keterbatasan sumber daya yang ada memaksa manusia untuk dapat membuat suatu pilihan dalam hidupnya yang berarti membuat manusia mengorbankan hal yang lain. Pemilihan inilah yang selanjutnya memunculkan  istilah biaya peluang (opportunity cost).

Biaya peluang adalah pengorbanan yang dilakukan seseorang karena mengambil sebuah pilihan. Berbeda dengan biaya langsung yang berhubungan dengan uang, biaya peluang tidak harus berupa uang. Biaya peluang bagi masing-masing orang berbeda tergantung pada kondisi dan situasi yang dihadapi orang tersebut.

Kebutuhan manusia tidak terbatas selalu mengalami peningkatan sesuai dengan perkembangan peradaban manusia, perkembangan zaman, perkembangan ekonomi, tingkat pendapatan dan selera manusia.

Kebutuhan manusia yang tidak terbatas dihadapkan dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas menyebabkan terjadinya kelangkaan.

Alokasi sumber daya manusia atau tenaga kerja adalah alokasi sumber daya menunjuk pada kontribusi terhadap kegiatan produksi yang diberikan oleh para pekerja baik dengan menggunakan tangan (percetakan buku, perakitan mobil dll) maupun pikiran (perencanaan manajerial, konsultasi hukum dll)

Macam-macam sumber daya tenaga kerja:

  1. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih

Tidak dibutuhkan pendidikan khusus untuk melakukan pekerjaan ini, misalnya: pembantu, pesuruh, buruh, kuli dll.

  1. Tenaga kerja terdidik dan terlatih

Dibutuhkan keahlian dan pendidikan yang sesuai dengan bidanngnya, semakin ahli maka semakin mahal harganya dan semakin sulit dicari. Misalnya: pengacara, dokter, pilot dll.

  1. Tenaga kerja terlatih

Dibutuhkan keterampilan di bidangnya akan tetapi tidak memerlukan pendidikan yang tinggi. Misalnya: juru ketik, pengemudi, tukang kayu, penjahit dll.

Unsur-unsur pembentuk sumber daya manusia yang berkualitas antara lain:

  1. Keahlian

Adalah kemampuan untuk mengolah semua sumber daya yang tersedia dan mengubah bahan mentah yang tadinya tidak berguna menjadi berbagai benda dan produk yang berguna untuk memenuhi kebutuhan.

  1. Kejujuran dan keadilan

Adalah perwujudan dari hati nurani manusia dan merupakan bagian dari sumber daya manusia yang tak ternilai harganya.

  1. Kekuatan fisik

Adalah kekuatan manusia secara fisik dan jasmani yang akan bermanfaat apabila diarahkan pada hal-hal yang positif.

Alokasi sumber daya alam yaitu bahwa alam harus dikelola dengan baik dan bijaksana agar dapat membawa manfaat yang besar bagi kehidupan umat manusia. Secara keseluruhan sumber daya alam dapat dibagi menjadi energi, tambang, hutan, air dan tanah.

Alokasi sumber daya modal (capital) yaitu alokasi sumber daya yang menunjuk pada kontribusi terhadap kegiatan produksi yang diberikan oleh investasi (uang dan saham), fisik (pabrik, kantor, mesin, peralatan) dan manusia (human capital: pendidikan umum, pelatihan khusus).

Modal merupakan salah satu sumber daya kunci lainya yang meliputi teknologi, peralatan, informasi dan fasilitas fisik.

Macam-macam modal dapat dibagi menjadi beberapa macam menurut karakteristiknya yaitu:

  1. Berdasarkan wujudnya

Modal menurut wujudnya antara lain terdiri dari uang dan barang.

  1. Berdasarkan sifat (bagaiman modal itu dipakai)

Modal menurut sifatnya antara lain dapat dibedakan menjadi modal tetap dan modal lancar.

  1. Berdasarkan subjek (siapa yang memiliki)

Modal menurut subjeknya antara lain terdiri dari modal perorangan dan modal kemasyarakatan.

  1. Berdasarkan bentuk

Modal menurut bentuknya dapat dibedakan menjadi modal konkrit (terlihat)dan modal abstrak (tidak).

  1. Berdasarkan sumber (milik sendiri atau orang lain)

Modal menurut sumbernya dapat dibedakan menjadi modal sendiri dan modal pinjaman.

Sumber daya atau faktor produksi adalah input-input yang digunakan untuk memproduksi berbagai barang dan jasa. Ada tiga macam faktor produksi yang utama yaitu: tenaga kerja, tanah dan modal.

Permasalahan pokok ekonomi adalah bahwa kebutuhan manusia adalah tidak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhan dan sumber daya yang ada adalah terbatas jumlahnya sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan.

Terdapat dua permasalahan yang ada dalam ekonomi yaitu, pokok masalah ekonomi secara klasik dan modern.

Pokok masalah ekonomi klasik merupakan bahasan teori ekonomi klasik yang melihat pentingnya masalah ekonomi sebagai kesatuan dari proses produksi, distribusi dan konsumsi untuk kemakmuran.

  1. Masalah produksi

Adalah permasalahan bagaimana memproduksi semua benda (barang dan jasa) yang dibutuhkan oleh orang banyak.

  1. Masalah distribusi

Adalah bagaimana supaya benda-benda yang diproduksi bisa sampai ke tangan konsumen yang membutuhkannya

  1. Masalah konsumsi

Adalah menyangkut permasalahan apakah benda pemuas kebutuhan yang diproduksi memang benda yang dapat dimiliki oleh konsumen.

Pokok permasalahan ekonomi modern terangkum dalam dua kata kunci, yaitu kelangkaan dan pilihan. Kelangkaan menjadi penyebab timbulnya pilihan sehingga muncul empat pertanyaan mendasar yaitu: what, how, who dan for whom?

  1. Barang atau jasa apakah yang akan dihasilkan dan dalam jumlah berapa (what and how much)?
  2. Bagaimana cara memproduksi barang atau jasa tersebut (how)?
  3. Untuk siapa barang atau jasa tersebut diproduksi (for whom)
    ?

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak serta agar kesejahteraan ekonomi yang lebih baik dapat tercapai, maka sumber daya yang bersifat langka haruslah dialokasikan dan digunakan secara efisien.

Untuk itu diperlukan adanya tindakan pengambilan keputusan ekonomi untuk menentukan sistem ekonomi yang dipakai didalam suatu negara.

Pengambilan keputusan ini berkaitan dengan pengalokasian sumber daya, pelaksanaan produksi, distribusi dan konsumsi.

Untuk memecahkan berbagai permasalahan ekonomi yang ada maka muncul beberapa sistem ekonomi yaitu:

  1. Sistem ekonomi tradisional

Sistem ekonomi tradisional terdapat pada masyarakat yang mempunyai cara hidup yang juga tradisional yang terpencil atau terisolasi dan belum mengenal teknologi.

  1. Sistem ekonomi terpusat

Sistem ekonomi terpusat merupakan suatu sistem dimana pemerintah memiliki kendali yang ketat dalam menentukan kepemilikan bisnis, laba dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan pemerintah.

  1. Sistem ekonomi pasar

Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi dimana segala sesuatunya ditentukan oleh kondisi pasar. Pengaturan dan pengambilan keputusan mengenai produksi, distribusi dan konsumsi dapat dilakukan oleh semua orang dengan sebebas-bebasnya karena semuanya berdasarkan mekanisme pasar, yaitu hubungan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Harga ditentukan oleh kekuatan dalam pasar.

  1. Sistem ekonomi campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang memadukan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar. Pada sistem ini pemerintah dan swasta mempunyai peranan yang berimbang  dalam kegiatan ekonomi.

Permasalahan pokok ekonomi modern meliputi tiga pertanyaan yaitu: what, how, who dan for whom?

  1. Barang atau jasa apakah yang akan dihasilkan dan dalam jumlah berapa (what and how much)?

Barang dan jasa apa saja yang akan diproduksi dan dalam jumlah berapa harus ditentukan.

  1. Bagaimana cara memproduksi barang atau jasa tersebut (how)?

Dengan cara bagaimana proses produksi akan dilakukan? Siapa yang akan melaksanakan, menggunakan sumber daya apa saja, dengan teknologi apa barang-barang tersebut dihasilkan, seberapa besar faktor produksinya?

  1. Untuk siapa barang atau jasa tersebut diproduksi (for whom)
    ?

Siapa yang harus menikmati dan memperoleh manfaat dari barang dan jasa tersebut?

Biaya peluang adalah kesempatan yang hilang untuk melakukan suatu kegiatan produksi dari tenaga kerja karena telah melakukan suatu kegiatan produksi tertentu.

Besarnya biaya peluang ditentukan oleh nilai tertinggi dari beberapa peluang atau kesempatan yang hilang.

Biaya langsung adalah biaya yang kita keluarkan atau kita korbankan untuk memperoleh sesuatu yang berupa uang atau berhubungan langsung dengan uang.

Pokok permasalahan ekonomi meliputi tiga pertanyaan yaitu: what, how, who dan for whom?

Tenaga kerja sebagai faktor produksi dapat digunakan secara alternatif dalam suatu kegiatan produksi, apabila seorang tenaga kerja telah melakukan suatu kegiatan produksi tertentu maka tenaga kerja tersebut dalam waktu yang bersamaan kehilangan kesempatan untuk melakukan jenis kegiatan produksi yang lain.

Sumber daya yang ada sangat terbatas sehingga manusia dipaksa untuk membuat suatu pilihan dalam hidupnya.

Alokasi sumber daya adalah keputusan tentang seberapa besar sumber daya alam, manusia dan modal harus digunakan untuk melakukan proses produksi. Sebuah barang dapat dihasilkan hanya jika sumber daya tersebut tidak dipergunakan untuk memproduksi barang lainnya. Contohnya: jika jumlah produksi mobil ditingkatkan, maka jumlah produksi komputer harus dikurangi atau sebaliknya.

Contoh nyata penghitungan biaya peluang pada kesempatan kerja:

Misalnya Anisa seorang tenaga kerja, berpeluang untuk menjadi seorang karyawan minimarket dengan gaji Rp. 800.000;/ bulan, menjadi petugas jaga puskesmas dengan gaji Rp. 1.000.000;/ bulan dan berpeluang menjadi pengajar PAUD dengan gaji Rp. 1.200.000;/ bulan. Apabila anisa memilih untuk berwisawsta dan tidak dapat bekerja sebagai karyawan minimarket, petugas jaga puskesmas dan pengajar PAUD maka biaya peluangnya adalah Rp. 1.200.000; (yaitu kesempatan terbaik yang hilang).

Dalam ilmu ekonomi, berbagai keputusan yang diambil oleh konsumen dalam melakukan konsumsi dijelaskan dengan teori nilai guna.

Nilai guna (utilitas) adalah kepuasan yang diperoleh konsumen dari konsumsi suatu barang atau jasa.

  1. Nilai guna total

Adalah nilai kepuasan secara keseluruhan yang didapat konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang atau jasa.

  1. Nilai guna marginal

Adalah pertambahan nilai kepuasan yang didapat konsumen sebagai akibat dari pertambahan jumlah barang yang dikonsumsi.

  1. Nilai guna menurun

Yaitu bahwa kepuasan atau nilai guna yang didapat konsumen untuk setiap pertambahan konsumsi yang dilakukan pada mulanya meningkat, namun setelah sampai pada titik tertentu akan semakin menurun.

  1. Nilai guna sama

Kebutuhan manusia banyak dan bermacam-macam, apabila konsumen berusaha memenuhi kebutuhan dengan mengkonsumsi lebih dari satu benda, dan semua kebutuhan dapat terpenuhi, maka tingkat kepuasan yang didapat juga sama. Inilah yang disebut dengan Hukum Gossen II.

Konsumsi adalah kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai guna barang dan jasa. Konsumsi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia secara langsung. Setiap manusia mempunyai kecenderungan atau pola konsumsi yang berbeda sesuai tingkat hidupnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi:

  1. Faktor internal
    1. Pendapatan

Semakin tinggi pendapatan, maka konsumsi akan semakin besar. (Y=C+S)

  1. Motivasi

Motivasi berpengaruh besar dalam melakukan kegiatan konsumsi, ada motivasi untuk memperlihatkan status sosial, gengsi dll.

  1. Sikap dan kepribadian

Sifat dan kepribadian orang yang hemat akan membeli barang-barang yang telah direncanakan saja.

  1. Selera

Selera berpengaruh pada pola konsumsi dan dalam penentuan jenis-jenis barang dan jasa yangn disukai.

  1. Faktor eksternal

a)      Kebudayaan

Kebudayaan makan orang Indonesia dengan orang barat adalah berbeda.

b)      Status sosial

Status atau posisi seseorang didalam masyarakat akan membentuk pola konsumsi orang tersebut. Pola konsumsi seorang pengusaha dengan seorang buruh pabrik adalah jauh berbeda.

c)      Harga barang

Harga barang berpengaruh besar terhadap pola konsumsi, apabila harga barang naik maka permintaan berkurang dan konsumsi juga otomatis akan menurun.

Perilaku konsumen dalam berbelanja dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  1. Perilaku konsumsi rasional

Adalah perilaku konsumen yang didasari atas pertimbangan rasional dalam mengkonsumsi suatu produk.

Suatu pembelian dikatakan rasional apabila dasar pertimbangannya adalah sebagai berikut:

  1. Produk tersebut mampu memberikan kegunaan optimal bagi konsumen
  2. Produk tersebut benar-benar dibutuhkan konsumen
  3. Mutu produk terjamin
  4. Harga terjangkau dan sesuai dengan kemampuan konsumen
  5. Perilaku konsumsi tidak rasional
  1. Membeli barang hanya karena tertarik dengan iklannya
  2. Tertarik membeli barang hanya karena merknya yang terkenal
  3. Membeli barang hanya karena obral atau untuk memperoleh bonus
  4. Konsumsi hanya untuk pamer atau gengsi, bukan karena kebutuhan akan barang tersebut

Rasional atau tidaknya seorang konsumen dalam melakukan tindakan konsumsi sangat dipengaruhi oleh:

  1. Tingkat pendidikan
  2. Tingkat kedewasaan
  3. Kematangan emosional

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan tindakan konsumsi:

  1. Faktor internal
    1. Pendapatan
    2. Motivasi
    3. Sikap dan kepribadian
    4. Selera
  2. Faktor eksternal
  1. Kebudayaan
  2. Status sosial
  3. Harga barang

Agar berhasil dalam melakukan usaha, seorang produsen atau pengusaha harus mampu melaksanakan empat hal sebagai berikut:

  1. Perencanaan

Antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis dan visi perusahaan. Pengusaha harus mengetahui apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.

  1. Pengorganisasian

Sumber daya yang ada harus dikelola untuk mencapai tujuan perusahaan (sumber daya alam, manusia dan modal)

  1. Pengarahan

Seorang pengusaha harus mampu untuk membimbing dan mengarahkan anak buahnya agar rencana dapat terwujud.

  1. Pengendalian

Pengusaha harus mampu mengendalikan pelaksanaan proses produksi dan aktivitas perusahaan agar diperoleh kesesuaian antara tujuan dengan hasil yang dicapai.

Etika secara sederhana adalah studi mengenai hak dan kewajiban manusia, peraturan moral yang dibuat dalam pengambilan keputusan dan sifat alami hubungan di antara manusia.

Etika dalam bisnis sangatlah penting agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan. Pengusaha yang tidak memegang etika, dalam jangka panjang tidak akan ada orang yang mau berbisnis dengannya.

Untuk memahami etika dalam bisnis, maka harus menganalisis hal-hal berikut ini:

  1. Nilai

Merupakan aturan main yang dibuat pengusaha dan menjadi patokan dalam berusaha.

  1. Hak dan kewajiban

Pengusaha yang paham akan hak dan kewajiban dapat dikatakan sebagai pengusaha yang mengerti etika. Pengusaha akan meminta haknya sebagai pihak yang mendapat keuntungan dari hasil usaha, namun dia juga memahami kewajibannya seperti membayar pajak, menggaji karyawannya dengan bayaran yang layak dll

  1. Peraturan moral

Peraturan moral menjadi acuan tertulis yang sangat penting bagi pengusaha ketika menghadapi dilema atau ketika menghadapi permasalahan baik masalah internal maupun eksternal.

  1. Hubungan manusia

Pengusaha yang baik adalah pengusaha yang memahami pentingnya hubungan antarmanusia. Tidak bisa tidak karena setiap saat demi kelancaran bisnis manusia selalu berhubungan dengan manusia.

Perilaku produsen yang mengutamakan kepentingan masyarakat

Perilaku produsen harus selalu mengutamakan kepentingan  masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan selaku produsen harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Memberikan keuntungan bagi pemangku kepentingan
  2. Memberikan sumbangan sosial
  3. Menumbuhkan rasa saling percaya
  4. Menghormati peraturan
  5. Sikap hormat terhadap lingkungan hidup
  6. Menghindari operasi-operasi tidak etis

Namun ternyata masih banyak sekali kita jumpai produsen yang melakukan tindakan yang merugikan kepentingan masyarakat, perilaku produsen yang merugikan kepentingan masyarakat diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Membuang sampah produksi sembarangan
  2. Tidak menggunakan alat penangkap debu
  3. Membuang limbah ke sungai atau ke laut dll

Perilaku konsumen adalah perilaku atau tindakan yang dilakukan oleh konsumen/ pembeli atau pelanggan terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

Teori perilaku konsumen dapat dibedakan menjadi dua macam pendekatan yaitu:

  1. Pendekatan nilai guna kardinal
  2. Pendekatan nilai guna ordinal

Dalam membahas teori perilaku konsumen terdapat tiga langkah penting yaitu preferensi konsumen, kendala anggaran dan pilihan konsumen

  1. Preferensi konsumen

Preferensi konsumen memiliki tiga asumsi yaitu:

  1. Kelengkapan, artinya konsumen dapat membandingkan dan menilai semua alternatif pilihan yang ada.
  2. Transivitas, artinya konsumen memiliki rasionalitas
  3. Lebih banyak lebih baik, artinya konsumen diasumsikan tidak pernah puas (kenyang)
  4. Kendala anggaran

Yaitu kendala yang membatasi keinginan konsumen untuk memperoleh lebih banyak kepuasan

  1. Pilihan konsumen

Konsumen memilih alternatif terbaik untuk memaksimalkan kepuasan dengan anggaran terbatas

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:

  1. Konsumen selalu menginginkan lebih banyak barang agar kegunaan yang diinginkannya tercapai
  2. Keinginan konsumen untuk memperoleh lebih banyak barang dihadapkan pada pendapatan yang terbatas
  3. Konsumen haruslah rasional, artinya konsumen membelanjakan pendapatannya untuk barang yang benar-benar dibutuhkan

Kurva kepuasan sama menggambarkan keinginan konsumen untuk mengkonsumsi barang-barang dan tingkat kepuasan yang akan diperoleh dari mengkonsumsi barang-barang tersebut. Dalam kenyataan konsumen tidak mungkin memperoleh semua barang yang diinginkannya. Kemampuan konsumen untuk memperoleh barang dibatasi oleh besarnya pendapatan yang dapat dibelanjakan.

Persoalan yang dihadapi oleh setiap konsumen adalah bagaimana cara konsumen itu membelajakan pendapatannya untuk membeli barang-barang sehingga diperoleh tingkat kepuasan yang maksimal.

Aktivitas konsumsi berdasarkan nilai guna barang

Dalam teori nilai guna barang, setiap barang memiliki nilai guna dan kemampuan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen yang menggunakan barang.

Dalam teori ekonomi terdapat suatu hipotesis utama yang dikenal sebagai Hukum Nilai Guna Marginal yang Makin Menurun, yang berbunyi: Tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang akan menjadi makin sedikit apabila orang tersebut terus-menerus menambah konsumsinya atas barang yang bersangnkutan.

Pada akhirnya tambahan nilai guna akan menjadi negatif, yaitu apabila konsumsi terhadap barang tersebut ditambah lagi satu unit maka nilai guna totalnya akan semakin sedikit.

Pengamatan secara langsung terhadap aktivitas konsumsi yang terdapat di lingkungan sekitar dilakukan oleh siswa ketika berada di rumah dan di sekolah ketika waktu istirahat kemudian tugas siswa adalah mengamati dan mencatat serta mengidentifikasi kebutuhan apa saja yang dikonsumsi oleh orang-orang dan teman-teman disekitar siswa.

Teori produksi adalah suatu gambaran bagaimana produsen berperilaku dalam memproduksi barang atau jasa. Teori produksi menekankan pada efisiensi. Dalam hal ini dikenal dua konsep utama yaitu: memproduksi output semaksimal mungkin dengan input yang tetap atau memproduksi output pada tingkat tertentu dengan biaya produksi serendah mungkin.

  1. Teori produksi jangka pendek

Dalam teori produksi jangka pendek terdapat faktor produksi yang sifatnya tetap (fix input) dan dapat diubah-ubah (variable)

  1. Teori produksi jangka panjang

Dalam produksi jangka panjang semua faktor produksi dapat diubah-ubah jumlahnya atau bersifat variable.

Contoh teori produksi jangka pendek dan jangka panjang dalam table dan kurva.

Perilaku produsen yang mengutamakan kepentingan masyarakat harus memperhatikan beberapa hal yaitu sebagai berikut:

  1. Tetap membangun demi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan taraf hidup
  2. Tetap menjaga kelestarian lingkungan
  3. Memberikan keuntungan bagi pemangku kepentingan
  4. Memberikan sumbangan sosial
  5. Menumbuhkan rasa saling percaya
  6. Menghormati peraturan
  7. Sikap hormat terhadap lingkungan hidup
  8. Menghindari operasi-operasi tidak etis

Sedangkan perilaku produsen yang merugikan kepentingan masyarakat diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Membuang sampah produksi sembarangan
  2. Tidak menggunakan alat penangkap debu
  3. Membuang limbah ke sungai atau ke laut dll

The law of diminishing returns atau hukum tambahan hasil yang semakin berkurang/ hasil lebih yang semakin menurun berbunyi: apabila faktor variabel ditambah dengan tambahan yang sama secara terus-menerus terhadap faktor produksi tetap, maka hasil produksi seluruhnya akan bertambah hingga pada tingkat tertentu, kemudian hasil itu semakin berkurang.

Hukum ini menyebutkan bahwa peningkatan produksi memiliki keterbatasan, terutama apabila salah satu faktor produksi yang digunakan jumlahnya tetap.

Contoh grafik keterbatasan peningkatan produksi dapat dilihat di buku pegangan.

Pengamatan langsung aktivitas produksi yang terdapat dilingkungan sekitar contohnya yaitu mengamati aktivitas produksi rumah tangga seperti pembuatan tempe, pembuatan mebel dll.

Produksi adalah suatu usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi dibutuhkan dua macam faktor produksi yaitu:

  1. Faktor produksi asli

Faktor produksi asli terdiri dari:

  1. Alam (tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan barang tambang)
  2. Tenaga kerja, terbagi atas:

1)      Tenaga kerja menurut sifat kerja: tenaga kerja rohani dan tenaga kerja jasmani

2)      Tenaga kerja menurut kualitas kerja: tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, tenaga kerja terdidik dan terlatih serta tenaga kerja terlatih

  1. Faktor produksi turunan

Faktor produksi turunan terdiri dari:

  1. Modal
  2. Keahlian
About these ads

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: